Sejarah Nusantara Mengapa Harus Kartini (Catatan Hari Kartini)

Written By Unknown on Friday, April 12, 2013 | 7:20 AM

Dalam buku Satu Abad Kartini (1879-1979), (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990, cetakan ke-4), Harsja W. Bahtiar menulis sebuah artikel berjudul “Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita”. Tulisan ini bernada gugatan terhadap penokohan Kartini. “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut,” Kutiapan tulisan Harsa W. Bahtiar ini merupakan gugatan terhadap ditetapkannya kartini sebagai lambang Emansipasi wanita Indonesia.

Gugatan terhadap Kartini simbol kebangkitan perempuan dengan argument bahwa sebelum kartini banyak perempuan di tiap daerah Indonesia banyak melalukan hal bagi rakyatnya. Misalnya R. A. Lasminingrat penulis pertama perempuan sebelum kartini,Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.

Wanita tangguh dan pejuang yang lain adalah Cut Nya Dien, Cut Mutia, Malahayati Panglima angkatan Lautpertama di Aceh. Serta Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan. Wanita ini bukan hanya dikenal ahli dalam pemerintahan, tetapi juga mahir dalam kesusastraan. B.F. Matthes, orang Belanda yang ahli sejarah Sulawesi Selatan, mengaku mendapat manfaat besar dari sebuah epos La-Galigo, yang mencakup lebih dari 7.000 halaman folio. Ikhtisar epos besar itu dibuat sendiri oleh We Tenriolle. Pada tahun 1908, wanita ini mendirikan sekolah pertama di Tanette, tempat pendidikan modern pertama yang dibuka baik untuk anak-anak pria maupun untuk wanita.

Namun fakta para wanita hebat sebelum Kartini ini menjadi hilang dalam bayang-bayang Kartini. Lepas dari pro dan kontra Kartini saya tetap sangat mengangumi kartini karena kartini bukan hanya pejuang emansipasi lebih luas dari itu.Perjuangan Kartini merupakan sebuah gagasan yang ideal dari seorang perempuan di jaman feodalisme yang kuat. Kartini tidak saja menjadi sosok yang kongrit bagi pergerakan kebangsaan, tetapi kartini juga merupakan seorang bangsawan yang demokratis. Kartini secara kongrit adalah seorang penulis, profesi kongrit itulah yang dimiliki kartini sebagai kekuatan minimal saat itu. Sebagai tugas sosial bagi seorang perempuan. Sastra merupakan kekuatan bagi mereka yang sama sekali tidak memiliki kebebasan. Kartini tidak bergerak di ruang yang sempit semua aspek kehidupan menjadi kajian dan pemikiran kartini baik dalam tulisan maupun diskusi bersama petinggi Belanda.

Kartini hidup dalam budaya yang sangat feodal dibandingkan para perempuan di daerah lain, namun pemikiran kartini sudah jauh melampaui jamannya melalui tuisannya dibeberapa majalah dan buku yang diterbitkan oleh J.H Abendanonn “Habis Gelap Terbitlah Terang” (Door Duisternis tot Licht) Kumpulan surat-surat kartini dihimpun olrh Mr.J.H.Abendanon menurut pramoedya merupakan “one men business” atau menjadi lahan bisnis para petinggi Belanda membuat yayasan Kartini.

Mengapa harus Kartini karena kartini adalah wanita yang dekat dengan petinggi Belanda dalam hal ini para pelaku politik Etis, kartini dianggap bukan dari kalangan Islam garis keras oleh Belanda meskipun Kartini banyak belajar Al Quran secara kritis.

Suka tidak suka Kartini dimanfaatkan Belanda sebagai simbol berhasilnya kebijakan Politik Etis dan diteruskan oleh Pemerintah Indonesia. Selamat Hari Kartini Semoga hari kartini tidak identik dengan Kebaya namun identik dengan kehebatan pemikiran para perempuan.

Sumber:http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=11632&type=121#.UWgW41f4vV0
7:20 AM | 0 comments | Read More

Merenda Sejarah Nusantara di Museum Sonobudoyo

Intisari-Online.com - Thomas Karsten bisa jadi adalah orang Belanda yang sangat Indonesia. Walaupun berpendidikan Eropa, tapi semangatnya dalam mempelajari budaya Nusantara mampu mengalahkan warna kulitnya. Bersama P.W.H Sitsen dan Koeperberg ia menjadi anggota Panitia Bersama Perencanaan Pendirian Museum Jawa Institut tahun 1913.

Sebagai lembaga kebudayaan, sejak tahun 1919 Java Institut mengumpulkan data dan artefak budaya dari Jawa, Bali, Madura, dan Lombok. Saat koleksinya sudah lengkap, museum menjadi pilihan untuk menyajikannya kepada publik. Tujuannya agar masyarakat bisa mempelajari dan melestarikan koleksi tersebut. Museum itu dinamakan Museum Sonobudoyo. Tak ada makna yang istimewa di balik nama itu. Sono berarti pohon sono, dan budoyo berarti kebudayaan. Memang di halaman museum tumbuh pohon sono yang rindang.

Museum ini didirikan Karsten di atas tanah hibah dari Sultan Hamengkubuwono III. Karsten sendiri merancang museum dengan semangat pelestarian. Joglo museum didesain bergaya arsitektural Cirebonan. Bentuknya mengingatkan akan bangunan Masjid Kanoman Cirebon dengan atap Limas Lambang Tumpang Sarinya. Di gerbangnya tertulis: canda sangkala “Kayu Kinayung Ing Brahamaning Buddha” yang menunjukkan peresmian museum pada tahun Jawa, tepatnya 6 November 1935.

Di dalam museum kita bisa menengok berbagai artefak dari segala penjuru Nusantara, seperti Bali, Madura dan Lombok. Koleksi baju-baju adat Nusantara juga menjadi sajian koleksi museum. Melaihat detail dan lipatannya, tercetus pertanyaan bagaimana membuat hal itu dengan peralatan sederhana pada masanya. Tak hanya baju yang bercita rasa tinggi, peralatan makan dari perak dan tembaga, perhiasan, patung, wayang, dan yang lebih istimewa, keris.

Museum Sonobudoyo mengoleksi tak kurang dari 1.200 keris. Yang paling terkenal tentu keris Mpu Gandring yang melegenda itu. Keris ini diyakini menghabisi Anusapati dann Ken Arok. Tak hanya senjata, keris juga menjadi simbol kebangsawanan. Salah satu koleksi keris di museum ini adalah keris Wesi Buddha yang termasuk keris paling tua. Ada juga beberapa foto langka yang memperlihatkan bagaimana keris dibuat dan dipamerkan.

Masih banyak koleksi Museum Sonobudoyo yang lain, namun semua belum bisa dipamerkan. Museum Unit II di Ndalem Condrokiranan, Wijilan, pun sudah dipersiapkan untuk menampung koleksinya. Rencananya, pengelola museum akan menambah ruangan baru lagi untuk menampung koleksinya.

Banyak yang berkunjung ke sini, terutama pelajar dan mahasiswa, untuk sekadar mengerjakan tugas, atau tahu tentang sejarah budaya bangsa. (Where to Go Joglosemar, Intisari)

Sumber: Intisari-Online.com
7:13 AM | 0 comments | Read More

Renungan Islam bagi kita Umat Manusia

Dalam postingan kali ini mari kita sedikit mengulas  perjalanan  islam sebagai renungan kita untuk melahkah maju kedepan, dalam menjalani hidup ke arah yang lebih baik, lebih sukses, lebih arif dalam menanggapi kehidupan yang penuh luka dan liku, Islam mengajarkan semua aspek kehidupan kepada semua umat manusia.

Renungan Islam.Ali bin Abi Thalib, salah satu keponakan, Sahabat sekaligus menantu Rasulullah saw, beliau pernah berwasiat kepada umat Islam “hisablah diri kalian sebelum dihisab kelak, timbanglah amal kalian sebelum ditimbang kelak”.
Wasiat ini sungguh dalam maknanya terutama dalam menjalani kehidupan, melaksanakan kewajiban sebagai seorang hamba kepada Allah Swt dan kepada sesama. Renungan Islam yang diwasiatkan Ali bin Abi Thalib, ibarat minatur Alam Hisab yang suatu hari nanti, pasti akan manusia alami.

Hakikat Islam
Tak jarang, kita lebih sering menyalahkan orang lain dalam banyak hal tanpa berpikir sebelumnya, jangan-jangan masalah itu timbul karena kesalahan kita juga. Ibarat pepatah mengatakan semut di ujung lautan terlihat, tapi gajah di depan mata tak terlihat, begitulah sifat manusia pada umumnya.
Maka pantaslah jika hakikat Islam yang dijelaskan Rasulullah saw tak lepas dari empat perkara, yaitu akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak. Jika akidah dan ibadah identik dengan beribadah kepada Allah Swt (ahabbu ilallah), maka muamalah dan akhlak identik dengan berbuat baik kepada sesama manusia (ahabbu ilalnnas).

Akhlak = Senjata Rahasia
Keseimbangan memang sangat diperhatikan dalam Islam. Bukanlah muslim yang baik jika hanya beribadah kepada Tuhannya, tapi gemar menyakiti sesama. Bukan pula muslim yang bijak jika rajin salatnya, namun tak rajin sedekahnya. Maka akhlak, memegang peranan yang teramat penting dalam Islam.

Di zaman Rasulullah saw, banyak sekali non-muslim yang kemudian menjadi muslim bukan karena diperangi, dipaksa, atau disogok, tapi karena melihat akhlak Rasul dan para sahabatnya yang memberi kenyamanan, baik kepada sesama muslim atau kepada non-muslim.
Pernah Rasulullah saw diludahi oleh seorang Yahudi tiap kali akan melaksanakan salat, dan kejadian itu bukan hanya sekali atau dua kali. Tapi pada suatu hari orang Yahudi itu tidak ada karena sakit. Bukannya membalas justru Rasul malah menjenguk dan mendoakannya supaya lekas sembuh. Maka saat itu juga orang Yahudi yang biasa meludahi Rasul masuk Islam karena takjub dengan balasan yang di luar dugaanya.

Inilah istimewanya akhlak Rasul yang harus dijadikan teladan oleh umat Islam sampai akhir zaman. Lalu mengapa umat Islam masih saja ada yang menindas sesama atau umat lainnya hanya karena kepentingan kelompok, politik, dan kekuasaan hingga mengorbankan persaudaraan (ukhuwah) bahkan nyawa yang nilainya jauh lebih tinggi daripada keuntungan dunia semata.
Rasulullah saw Mercusuar Akhlak
Tidak sekadar salat, tidak sekadar zakat, tidak pula sekadar puasa tujuan diutusnya Rasul ke dunia. Lagi pula, tidak sempurna salatnya jika masih maksiat, tidak sempurna zakatnya jika masih korupsi, dan tidak sempurna pula puasanya jika masih belum bersabar. Hakikat ibadah kepada Allah Swt seharusnya bisa dirasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari sehingga bukan menjadi rutinitas semata.

Di samping memberi petunjuk tata cara ibadah yang benar, Rasul pun diutus dalam rangka menyempurnakan akhlak sebagai perilaku yang keluar begitu saja dan mencerminkan diri seseorang tanpa disadari kapan pun dan di mana pun.
Untuk memiliki akhlak mulia tidak terjadi begitu saja. Mempelajari, memahami, mengamalkan akhla,k dan berkaca kepada Rasul adalah keniscayaan dalam Islam, sebab ketika Ummul Mukminin Siti Aisyah ditanya tentang akhlaknya Rasul, ia dengan tegas menjawab, akhlaknya adalah Al Quran.
6:44 AM | 0 comments | Read More

Komunikasi dengan publik bagian dari keberhasilan

Written By Unknown on Thursday, April 11, 2013 | 4:15 PM

Seseorang yang mampu mengekspresikan gagasan dan menyampaikan informasi dengan jelas dan percaya diri ter hadap publik atau orang lain itu bagian dan awal dari keberhasilan. Kegagalan biasanya diawali dari ketidakmampuan mengkomunikasikan kepada pihak lain. Banyak orang pintar tetapi tidak pandai berkomunikasi, maka kepintarannya itu hanya untuk dirinya sendiri. jika anda ingn berhasil dan sukses dalam segala hal, maka anda harus bisa meyakinkan orang lain tentang hasil karya anda.

Membuat orang lain bisa mengerti gagasan atau menerima hasil pruduk kita, adalah kunci kesuksesan, dan itu hanya bisa di tembus dengan komunikasi dengan baik. karena itu diperlukan kepandaian dalam berkomunikasi.
4:15 PM | 0 comments | Read More

Ketahui masalahnya sebelum kita berdoa

Masalah dalam hidup itu biasa. tidak ada masalah yang besar karena kita punya yang lebih besar yaitu Alloh. Jangan katakan "wahai Alloh, masalahku sangat besar!" Tapi katakan "wahai masalah, Aku punya tuhan yang maha besar." Kita saja yang membesar-besarkan masalah. padahal yang harus di besarkan hanya Alloh.

Jika kebetulan anda dihadapkan pada masalah pribadi, tanggapilah sesantai mungkin. Sederhanakan masalahnya. Artinya anda tidak perlu panik dan kalang kabut, jangan di besar-besarkan, agar anda tidak terlalu berat merasakannya.

Hal yang sangat penting sebelum anda berdoa( memohon kepada Alloh ) yaitu mengetahui terlebih dahulu masalah yang kita hadapi, masalah adalah negatif dan penyelesaian adalah positif, dalam berdoa buang kata negatif dan fokuskan kepositifnya.
4:00 PM | 0 comments | Read More
 
Home | Abaut Us | Contact Us | Privacy policy | Widget | Advertise with Us | Site map | Feeds Rss
Copyright © 2013-2017. White Spiritual Boy . All Rights Reserved, Powered by Blogger